siapa sih yang tidak mau lihat anaknya pandai ? nyaris dapat
dipastikan bahwa seluruh orang tua mengharapkan anaknya alami tumbuh
kembang yang baik di seluruh segi, baik motorik, fisik, serta juga
psikologis. oleh karena itu, beberapa orang tua yang berupaya memberikan
konsumsi gizi yang paling baik untuk anaknya.
gizi yang baik benar-benar sangat penting untuk tumbuh kembang anak. tetapi,
pastinya untuk membentuk anak yang berkarakter serta berkwalitas tidak
cuma hanya pemberian gizi baik saja, namun juga pendidikan yang
baik sejak umur awal.
anak-anak pada prinsipnya merupakan generasi penerus bangsa. suatu
bangsa dapat dapat maju serta menghadapi persaingan global apabila
mempunyai generasi penerus yang andal. untuk menciptakan generasi yang
andal, pastinya tidak terlepas dari unsur pendidikan yang cukup.
sehubungan dengan perihal tersebut, pendidikan sebaiknya diberikan kepada
anak sejak umur awal. beragam penelitian di bidang neurologi telah
tunjukkan bahwa anak yang beroleh stimulasi sejak awal akan
mempunyai potensi unggul dalam dirinya.
tiap-tiap anak memiliki kekuatan tidak terbatas dalam belajar dan mampu
berpikir kreatif serta produktif. berkenaan dengan perihal itu, anak
memerlukan program pendidikan yang dapat membuka potensi tersembunyi
tersebut melewati evaluasi berarti sedini barangkali. bila setiap
potensi dalam diri anak bisa ditumbuhkembangkan dengan maksimal, maka
anak dapat dapat jadi ‘bibit unggul’ sumber daya manusia yang
berkwalitas.
pendidikan anak umur awal sesungguhnya bisa didapatkan dari orang tua.
tetapi, aktivitas orang tua melacak nafkah kerapkali jadi kendala
dalam sistem evaluasi anak sejak umur awal. atas basic kendala
tersebut serta juga kesadaran dan rasa tanggung jawab untuk
membuahkan generasi penerus yang berkwalitas, maka lahirlah lembaga
pendidikan non resmi yang dikenal dengan pendidikan anak umur dini
( paud ).
instansi pendidikan ini menolong perkembangan serta perubahan anak usia
awal pada bagian umur 0 sampai 6 tahun. bagian umur tersebut
merupakan sisi dari umur emas ( golden age ) perkembangan dan
perubahan anak, dimana beberapa sel saraf otak anak mengalami
perubahan yang penting hingga membentuk simpul-simpul jaringan
otak yang kuat. karena, anak dapat lebih gampang terima dan
bereaksi pada tiap-tiap stimulus yang didapatkan.
instansi paud berusaha berikan pembinaan melewati pemberian
rangsangan pendidikan untuk menolong tumbuh kembang anak baik secara
fisik ataupun psikis supaya anak mempunyai kesiapan saat memasuki
pendidikan pada jenjang selanjutnya. sebagai jenjang pendidikan
prasekolah, kurikulum paud lebih dititikberatkan pada perkembangan dan
perubahan aspek-aspek seperti berikut :
- fisik yang termasuk koordinasi motorik halus serta kasar
- kecerdasan yang termasuk daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi
serta spiritual
- sosio-emosional yang termasuk sikap, tingkah laku serta agama
- bahasa serta komunikasi
untuk mengembangkan bermacam segi tersebut, anak butuh beroleh
pendidikan sejak awal yang dapat letakkan dasar-dasar langkah belajar
yang baik sebelum saat memasuki periode sekolah. dalam rencana basic pendidikan
anak umur awal, anak dilihat sebagai individu yang utuh sehingga
memerlukan pelayanan dengan menyeluruh baik termasuk aspek
perubahan kognitif, psikis, ataupun fisik. lantas, pendidikan anak
umur awal tidak menuntut anak untuk dapat membaca, menulis, dan
berhitung ( calistung ).
pada prinsipnya calistung merupakan kurikulum pendidikan basic. oleh
karena itu, anak tidak dipaksa untuk dapat calistung di umur awal.
pendidikan umur awal lebih diarahkan pada aktivitas yang merangsang
reaksi fisik serta pengenalan lingkungan. dalam rencana pendidikan ini,
anak diajarkan perihal ketuhanan serta dikenalkan dengan interaksi
sosial. lalu, bagaimana langkahnya berikan evaluasi pada anak
di umur awal ?
dunia anak tidak terlepas dari bermain. metode evaluasi bermain
inilah yang pas untuk berikan pendidikan pada anak di usia
awal. dengan bermain, anak dapat jadi lebih relax serta tidak tegang
dan jauh dari rasa keterpaksaan. disamping itu, anak akan merasa
lebih nyaman hingga selalu pingin terus belajar. tetapi, tentunya
bukan sekedar sebatas bermain, namun bermain yang diarahkan sehingga
anak dapat bermain sembari belajar serta belajar sembari bermain.
dengan metode ini, anak dapat belajar banyak perihal serta mampu
mengembangkan daya imajinasinya. bermain sembari belajar secara
berkelompok sangat mungkin anak untuk tahu serta belajar langkah
bersosialisasi, negosiasi, mengatur waktu, bekerja bersama, bahkan
memecahkan problem ( masalah solving ). sebagai perumpamaan contohnya anak
diajak untuk bermain peran sebagai dokter. anak tak lagi mengerti
apa pun bila guru cuma menyuruhnya menggunakan pakaian dokter dan
stetoskop saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar